Blog

  • Wakapolres Metro Jakarta Selatan Gelar Jaga Jakarta On The Spot dan Cooling System Bersama Warga Kalibata

    Jakarta Selatan – Dalam rangka memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Pancoran bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan Cooling System bersama warga RW 09 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan yang berlangsung di Pos FBR Gardu 0332, Jalan Tuty Alawiyah IV RT 010/RW 09, Kelurahan Kalibata ini dihadiri oleh Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, S.H., M.M., Danramil Mampang-Pancoran Mayor Inf. Sugiyanto, Lurah Kalibata, unsur TNI-Polri, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, pengurus RW dan RT, FKDM, LMK, Karang Taruna, Pokdar Kamtibmas, serta Linmas.

    Dalam sambutannya, AKBP Hendro Sukmono menyampaikan bahwa kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan Cooling System merupakan sarana silaturahmi antara Polri dan masyarakat guna mempererat hubungan serta meningkatkan pertukaran informasi terkait situasi kamtibmas di lingkungan warga.

    Ia menjelaskan bahwa Polsek Pancoran terus berupaya menjaga keamanan wilayah melalui kegiatan sambang, patroli rutin terbuka maupun tertutup, serta patroli gabungan Tiga Pilar guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah Pancoran dalam keadaan aman dan kondusif, meskipun masih terdapat kasus pencurian kendaraan bermotor yang memerlukan perhatian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

    Wakapolres juga mengimbau warga agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap rumah kontrakan dan pendatang baru di lingkungannya guna mencegah potensi tindak kriminalitas. Selain itu, masyarakat diminta terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan serta mengaktifkan kembali kegiatan siskamling.

    Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa beberapa kali telah ditemukan kelompok remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran di wilayah Kelurahan Rawajati, namun berhasil dicegah oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan sebelum terjadi gangguan kamtibmas.

    Selain membahas situasi keamanan wilayah, jajaran kepolisian juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang saat ini marak terjadi dan dapat merugikan masyarakat. Warga juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan kamtibmas melalui Bhabinkamtibmas, Polsek Pancoran, maupun Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis.

    Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah masukan dan pertanyaan. Perwakilan warga RW 09 menginformasikan bahwa masih terdapat masyarakat yang terlibat aktivitas judi online. Selain itu, warga juga menanyakan kebenaran informasi yang beredar di media sosial terkait aksi “begal pocong” yang meresahkan masyarakat. Warga lainnya mengusulkan agar patroli kepolisian lebih sering dilakukan di wilayah RW 09 mengingat masih adanya kasus pencurian kendaraan bermotor.

    Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan, mencegah tawuran remaja, serta mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kunci pengaman ganda dan memperkuat pengawasan lingkungan.

    Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan program yang dilaksanakan secara rutin oleh jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan sebagai implementasi program Kapolda Metro Jaya dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah DKI Jakarta.

    Setelah kegiatan dialog dan silaturahmi selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian bantuan sembako kepada warga serta foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

  • JAGA JAKARTA ON THE SPOT DI KELURAHAN MANGGARAI, KAPOLRES JAKSEL AJAK WARGA PERKUAT SINERGI CEGAH TAWURAN DAN GANGGUAN KAMTIBMAS

    Jakarta Selatan – Dalam rangka mempererat komunikasi dengan masyarakat serta menyerap aspirasi warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Jaga Jakarta On The Spot yang berlangsung di Pos RW 12 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim 0504 Jakarta Selatan, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan, Kasi Propam, Kasi Humas, Camat Tebet, Lurah Manggarai, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat serta warga setempat.

    Acara diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan, dilanjutkan pembukaan serta pembacaan doa. Dalam sambutannya, perwakilan Ketua RT/RW menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Metro Jakarta Selatan beserta jajaran yang dinilai sebagai bentuk perhatian nyata Polri terhadap situasi kamtibmas di wilayah Manggarai.

    Lurah Manggarai dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kejadian tawuran yang sempat terjadi di wilayahnya kini mulai berkurang. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi gangguan keamanan. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat apabila melihat adanya indikasi tawuran atau gangguan kamtibmas lainnya.

    Sementara itu, Camat Tebet mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja menjelang masa libur sekolah. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi faktor utama dalam mencegah kenakalan remaja, termasuk tawuran. Ia juga mengapresiasi langkah-langkah pembinaan yang selama ini dilakukan Polsek Tebet bersama unsur tiga pilar dan perangkat wilayah terhadap para pelaku tawuran melalui pendekatan pembinaan dan sanksi sosial.

    Dalam arahannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan menegaskan bahwa penanganan tawuran dilakukan melalui dua pendekatan, yakni penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku serta pembinaan melalui sanksi sosial agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Namun demikian, upaya pencegahan tetap menjadi langkah yang paling utama.

    Kapolres menjelaskan bahwa unsur tiga pilar bersama pengurus lingkungan dan masyarakat telah bersepakat untuk melibatkan para remaja dalam berbagai kegiatan positif seperti siskamling, patroli lingkungan, kerja bakti, kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan keagamaan guna membangun rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

    Terkait situasi keamanan di Jakarta Selatan, Kapolres menyampaikan bahwa kondisi wilayah secara umum relatif aman dan kondusif. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan dengan tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, menyimpan barang berharga dengan aman, memastikan rumah dalam keadaan terkunci, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan serta mendukung pemasangan CCTV pada titik-titik strategis guna membantu pengawasan dan penegakan hukum.

    Kapolres juga mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif membimbing dan mengarahkan anak-anak ke kegiatan yang positif dan produktif, terutama menjelang masa libur sekolah agar terhindar dari pergaulan negatif maupun aksi tawuran.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, Kapolres Metro Jakarta Selatan menyerahkan secara simbolis sarana penunjang kamtibmas berupa senter dan borgol ties kepada petugas siskamling. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengamanan lingkungan serta membantu petugas dalam mengamankan pelaku yang tertangkap tangan sebelum diserahkan kepada pihak Kepolisian.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, LMK RW 12 Kelurahan Manggarai menanyakan terkait bentuk sanksi terhadap pelaku tawuran. Kapolres menjelaskan bahwa selain proses hukum, pelaku juga diberikan pembinaan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, kerja bakti, kegiatan keagamaan serta pengawasan bersama oleh orang tua dan perangkat wilayah.

    Pada sesi tanya jawab lainnya, Ketua RT 06 RW 12 Kelurahan Manggarai menyampaikan harapan agar patroli Kepolisian semakin ditingkatkan mengingat masih adanya dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut serta mengusulkan pembangunan permanen Pos Pantau Taman Tuyul. Menanggapi hal itu, Kapolres menegaskan bahwa jajaran Kepolisian akan terus meningkatkan patroli khususnya pada jam-jam rawan dan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap informasi terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkoba melalui Call Center 110 atau kepada petugas Kepolisian terdekat.

    Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada warga, foto bersama serta ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

    Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, Polres Metro Jakarta Selatan terus memperkuat sinergi antara Kepolisian, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh warga.

  • Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap

    Jakarta – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang semakin inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas sebagai anggota Polri. Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan Forum Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota Polri yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

    Brigjen Pol. Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menjelaskan bahwa Polri telah melakukan berbagai penyesuaian sejak dimulainya kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas pada tahun 2016, mulai dari aspek regulasi hingga penyesuaian kebutuhan organisasi dan kompetensi sumber daya manusia yang direkrut.

    “Sejak tahun 2016 hingga saat ini banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk aturan hukum dan penyesuaian antara ruang jabatan dengan kompetensi dari rekrutan kelompok disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari anggota Polri,” ujar Brigjen Pol. Erthel.

    Menurutnya, proses inklusi tidak hanya menuntut kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.

    Ia menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen untuk terus memperluas ruang jabatan bagi penyandang disabilitas secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.

    “Untuk membuka ruang jabatan yang lebih besar ke depan, Polri mantap dan insyaallah akan bertahap memenuhi hal tersebut. Namun, ini tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa agar potensi teman-teman disabilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam organisasi Polri,” katanya.

    Saat ini, Polri masih memfokuskan rekrutmen pada kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, yakni motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian serta klasifikasi lebih lanjut guna menentukan pola rekrutmen dan penempatan yang tepat.

    “Untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual akan dilakukan secara bertahap. Kami akan melakukan kualifikasi terlebih dahulu terhadap kategori yang ada, termasuk dalam penempatannya. Saat ini mereka lebih banyak ditempatkan pada jabatan fungsional, namun ke depan terbuka peluang untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki,” jelasnya.

    Komisioner Komnas Disabilitas Eka Prastama Widiyanta memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.

    “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Polri ini. Sebagai institusi besar yang hadir hingga ke daerah, Polri memiliki peran strategis dalam memberikan ruang partisipasi bagi tenaga disabilitas untuk menjadi bagian dari institusi,” ujarnya.

    Eka berharap kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas di lingkungan Polri dapat menjadi model bagi berbagai institusi pemerintah maupun daerah dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

    “Rekrutmen ini dapat menjadi contoh bagaimana sebuah institusi membangun sistem yang ramah terhadap penyandang disabilitas sekaligus membantu memperluas akses pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

    Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan Dwi Ayu Kartika Sari. Menurutnya, langkah Polri merupakan bagian penting dari upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam reformasi sektor keamanan serta mewujudkan organisasi yang lebih inklusif.

    “Kesadaran untuk memastikan teman-teman penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam reformasi sektor keamanan, termasuk di kepolisian, merupakan langkah yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya,” kata Dwi Ayu.

    Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek interseksionalitas antara perempuan dan penyandang disabilitas, khususnya dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

    “Interseksionalitas antara disabilitas dan perempuan perlu menjadi perhatian karena penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap aspek disabilitas,” ujarnya.

    Melalui forum diskusi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan rekrutmen yang inklusif, membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta membangun organisasi yang mampu mengakomodasi keberagaman kompetensi.

  • Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran dan Amankan Sajam di Babelan

    Bekasi — Patroli dini hari yang dilakukan personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan tawuran di wilayah Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/6/2026). Dalam operasi tersebut, tim mengamankan dua remaja yang diduga hendak terlibat tawuran beserta tiga bilah senjata tajam.

    Kegiatan patroli rutin ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus mencegah tawuran, balap liar, dan tindak kriminalitas jalanan yang berpotensi meresahkan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli dini hari ini memberikan efek pencegahan sekaligus menimbulkan rasa aman bagi masyarakat. “Kehadiran personel di lapangan penting untuk mencegah aksi negatif dan memberikan edukasi sekaligus pengawasan bagi remaja,” ujar Kombes Henik.

    Selanjutnya Kombes Henik menegaskan, upaya mencegah tawuran tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat. Pengawasan terhadap aktivitas remaja serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci agar generasi muda tidak terlibat tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Kedua remaja beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Babelan untuk proses hukum lebih lanjut. Masyarakat dihimbau segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya melalui layanan darurat Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

  • Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime

    Mulia – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli dialogis di Kampung Talilime, Kabupaten Puncak Jaya, sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.

    Kegiatan patroli yang dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri wilayah kampung tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan Satgas Damai Cartenz dalam pelaksanaan tugas di wilayah Papua Tengah, Senin (08/06/2026).

    Selain memantau kondisi keamanan, personel juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar warga tetap menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan patroli dialogis merupakan salah satu langkah yang terus dilakukan untuk memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.

    “Kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” kata Kaops Damai Cartenz.

    Menurut Irjen Pol. Faizal Ramadhani, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Puncak Jaya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas personel di lapangan.

    “Satgas Damai Cartenz berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat. Melalui patroli dialogis dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, kami berupaya memastikan keamanan warga tetap terjaga sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kamtibmas,” ujarnya.

    Warga Kampung Talilime menyambut positif kegiatan patroli tersebut. Kehadiran personel yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dinilai memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat hingga ke wilayah pedalaman.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di Kampung Talilime terpantau aman dan kondusif. Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan patroli dialogis akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.

  • Kapolsek Tebet Pimpin Musyawarah dan Pembinaan Pencegahan Tawuran, Sepakati Sanksi Sosial Edukatif bagi Pelaku

    Jakarta Selatan – Dalam upaya mencegah terulangnya aksi tawuran dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolsek Tebet AKP Ischak, S.H. memimpin kegiatan musyawarah dan pembinaan pencegahan tawuran warga yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kantor Kecamatan Tebet, Jalan Prof. Dr. Soepomo, S.H., Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur 3 Pilar, perangkat Kecamatan dan Kelurahan, pengurus RT/RW, LMK, FKDM, tokoh masyarakat, serta orang tua dan keluarga terduga pelaku tawuran yang terjadi di wilayah Kelurahan Menteng Dalam.

    Dalam sambutannya, Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Tomy Sugiyono, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam mencari solusi bersama untuk mencegah dan menanggulangi aksi tawuran yang masih terjadi di wilayah Kecamatan Tebet.

    Kapolsek Tebet AKP Ischak, S.H. menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat, perangkat wilayah, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat. Kapolsek juga menekankan bahwa terhadap pelaku tawuran yang memenuhi unsur pidana dan didukung alat bukti yang cukup akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Selain itu, Kapolsek mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari, serta memastikan tidak terpengaruh ajakan negatif maupun provokasi melalui media sosial yang dapat memicu terjadinya tawuran.

    Dalam forum musyawarah tersebut, seluruh peserta juga membahas faktor-faktor penyebab tawuran, di antaranya kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, provokasi melalui media sosial, serta minimnya kegiatan positif bagi para remaja.

    Sebagai hasil musyawarah, seluruh peserta menyepakati sejumlah langkah pencegahan, antara lain meningkatkan patroli gabungan, mengaktifkan kembali ronda dan siskamling, melakukan pendataan terhadap remaja yang berpotensi terlibat tawuran, memperkuat pembinaan kepada generasi muda, serta meningkatkan peran aktif orang tua dalam pengawasan anak.

    Selain itu, disepakati pula pemberian sanksi sosial yang bersifat edukatif kepada para terduga pelaku tawuran sebagai bentuk pembinaan dan efek jera. Sanksi tersebut meliputi keterlibatan dalam kegiatan Pos RW dan Poskamling, pembinaan keagamaan di lingkungan setempat, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta membantu pelaksanaan siskamling dengan pengawasan dari perangkat wilayah dan orang tua.

    Melalui kegiatan ini, tercipta kesepahaman dan komitmen bersama antara unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, serta orang tua untuk bersama-sama mencegah tawuran dan menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kecamatan Tebet.

  • Operasi Harkamtibmas Polsek Tebet Sasar Begal, Curanmor dan Peredaran Narkoba

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), jajaran Polsek Tebet melaksanakan kegiatan operasi kewilayahan guna mengantisipasi aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) dini hari.

    Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel yang dilaksanakan pukul 01.00 WIB di halaman Mako Polsek Tebet, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan. Apel dipimpin oleh Perwira Pengendali, Aiptu Maaturna Bangun, S.H., selaku Kasubsektor Kebon Baru, dengan melibatkan 10 personel Polsek Tebet.

    Dalam arahannya, Perwira Pengendali menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang tetap solid dan konsisten menjaga keamanan wilayah hukum Polsek Tebet sehingga situasi kamtibmas hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Personel juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya begal, curanmor, dan penyalahgunaan narkoba, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama para remaja yang masih berkumpul pada malam hari.

    Usai apel, personel melaksanakan patroli mobile dengan rute meliputi Mako Polsek Tebet, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT Haryono, Jalan Asem Baris Raya, Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, hingga Jalan Dr. Sahardjo. Selain patroli, petugas juga melaksanakan razia stasioner di Jalan Manggarai Utara I, Kelurahan Manggarai, yang menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya pencegahan kejahatan jalanan dan peredaran narkotika.

    Dari hasil kegiatan operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah dengan nomor rangka MH1JM0112NK603599 dan nomor mesin JM01E1595715. Setelah dilakukan pemeriksaan, pemilik kendaraan atas nama Agung Saputra datang ke Polsek Tebet dan dapat menunjukkan dokumen kepemilikan kendaraan yang sah, sehingga kendaraan tersebut dapat dipastikan bukan hasil tindak pidana.

    Secara keseluruhan, kegiatan operasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Tebet terpantau kondusif. Jajaran Polsek Tebet akan terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif guna mengantisipasi aksi begal, curanmor, serta peredaran narkoba demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

  • Jaga Harkamtibmas, Polsek Kebayoran Lama Gelar Operasi Terpadu dan Strong Point di Lokasi Rawan

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Kebayoran Lama melaksanakan kegiatan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Razia Stasioner guna mengantisipasi balap liar, tawuran warga, kejahatan jalanan, serta tindak pidana 3C (Curas, Curat dan Curanmor) di wilayah hukum Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/6/2026) dini hari.

    Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dilaksanakan pada pukul 01.00 WIB di halaman Polsek Kebayoran Lama, Jalan Praja I, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Operasi berada di bawah kendali Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., dengan apel dipimpin oleh Pawas Iptu Jumono, S.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ipda Suprayogi selaku Ps. Kanit Samapta beserta personel yang terlibat dalam operasi.

    Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan pentingnya sinergitas seluruh personel dalam menjaga situasi wilayah Kebayoran Lama agar tetap aman dan kondusif. Personel diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tawuran, balap liar, kejahatan jalanan, serta gangguan kamtibmas lainnya. Selain itu, seluruh anggota diingatkan untuk mengutamakan keselamatan, kesehatan, serta tetap bergerak secara terkoordinasi selama pelaksanaan tugas.

    Kegiatan operasi melibatkan sebanyak 13 personel yang terdiri dari 12 personel Polsek Kebayoran Lama dan 1 personel FKPM. Sasaran operasi difokuskan kepada para pelaku kejahatan jalanan dan potensi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.

    Razia stasioner dilaksanakan di Jalan Bendi Utama, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan maupun nomor polisi yang terpasang. Kedua kendaraan tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

    Pada pukul 02.00 WIB, kegiatan Operasi Cipta Kondisi dan Razia Stasioner selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif. Selanjutnya personel melaksanakan kegiatan strong point pada sejumlah lokasi yang rawan digunakan sebagai arena balap liar, di antaranya Bundaran Pondok Indah, Traffic Light PIM 3, serta kawasan Patal Senayan.

    Melalui kegiatan ini, Polsek Kebayoran Lama terus berupaya menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah terjadinya balap liar, tawuran warga, kejahatan 3C, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

  • OPS Cipta Kondisi dan Patroli Mobile 3 Pilar Mampang Prapatan, Antisipasi Tawuran, Kejahatan Jalanan, dan Peredaran Narkoba

    Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), jajaran 3 Pilar Kecamatan Mampang Prapatan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) dan Patroli Mobile Skala Sedang di wilayah hukum Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Senin malam (08/06/2026).

    Kegiatan diawali dengan apel Ops Cipta Kondisi yang berlangsung pada pukul 23.30 WIB di halaman Polsek Mampang Prapatan, Jalan Kapten P. Tendean No. 9B, Kelurahan Mampang Prapatan. Apel dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Mampang, Ipda Suyadi, S.H., dan diikuti oleh personel gabungan yang terlibat dalam kegiatan pengamanan wilayah.

    Dalam arahannya, pimpinan apel menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hadir serta menekankan pentingnya pelaksanaan patroli mobile secara maksimal guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Personel diarahkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan tawuran, kejahatan jalanan, serta tempat berkumpulnya masyarakat seperti kafe dan pusat kuliner malam yang berada di wilayah Mampang Prapatan.

    Adapun sasaran utama kegiatan meliputi daerah rawan gangguan kamtibmas seperti tawuran, curat, curas, dan curanmor, trotoar yang dijadikan lokasi berkumpul maupun parkir kendaraan roda dua, serta ruas jalan yang berpotensi digunakan sebagai arena balap liar dan tempat berkumpul komunitas sepeda motor. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap potensi peredaran narkoba, minuman keras, bahan berbahaya dan beracun (handak), serta membubarkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

    Patroli mobile dilaksanakan oleh 11 personel Polsek Mampang dengan rute meliputi Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Taman Kemang, Jalan Bangka Raya, Jalan Kemang Raya, hingga Jalan Kapten Tendean. Selain patroli bergerak, petugas juga menempati titik-titik strong point di Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, dan Pos Pantau Mampang Prapatan di Jalan Kapten Tendean guna meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

    Selama pelaksanaan kegiatan, personel 3 Pilar aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, pedagang, pengelola kafe, serta pengunjung agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan dan aksi tawuran. Himbauan tersebut disampaikan di sejumlah lokasi antara lain Jalan Mampang Prapatan XIII, Jalan Kemang Raya, Jalan Bangka II, Jalan Mampang Prapatan XIV, Jalan Kemang Utara XI, serta wilayah Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan.

    Kegiatan Ops Cipta Kondisi dan Patroli Mobile Skala Sedang ini merupakan upaya preventif yang terus dilakukan oleh jajaran 3 Pilar Kecamatan Mampang Prapatan untuk menciptakan situasi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kegiatan berakhir, situasi wilayah terpantau aman dan terkendali.

  • Operasi Dini Hari Polsek Pancoran, Tekan Potensi Kejahatan 3C dan Penyalahgunaan Narkoba

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pancoran melaksanakan kegiatan Operasi Razia dan Patroli Mobile guna mengantisipasi aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026) dini hari.

    Kegiatan yang dimulai pukul 01.30 WIB tersebut dipimpin oleh IPTU Gatot Santoso selaku Kanit Intelkam sekaligus Pawas 2.0 Polsek Pancoran. Sebanyak enam personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari lima personel Polsek Pancoran dan satu unsur masyarakat.

    Operasi menyasar pelaku kejahatan jalanan, pelaku kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), aksi tawuran, serta berbagai potensi gangguan kamtibmas yang meresahkan warga. Patroli dan razia dilaksanakan di sejumlah titik rawan, antara lain sepanjang Fly Over Kalibata, Jalan Hj. Tutty Alawiyah, Jalan TMPN Kalibata, Jalan Pasar Minggu Raya, Jalan Duren Tiga, hingga wilayah Duren Tiga Selatan.

    Selain pelaksanaan razia, petugas juga melakukan kegiatan strong point dan patroli Blue Light sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat serta memberikan rasa aman kepada pengguna jalan dan warga sekitar.

    Dari hasil kegiatan, situasi di wilayah Duren Tiga Selatan dan sepanjang rute patroli terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. Meski demikian, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di seluruh wilayah Kecamatan Pancoran guna mencegah terjadinya aksi begal, curanmor, penyalahgunaan narkoba, maupun tindak kejahatan lainnya.

    Polsek Pancoran berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli dan operasi rutin sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.