Blog

  • Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, dan Tokoh Daerah Wujudkan Cyber Resilient Community

    Kukar – Komitmen membangun masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber terus diperkuat oleh Sekolah Polisi Negara Polda Kalimantan Timur melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC). Program yang diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, S.I.K., tersebut mendapat respons positif sekaligus dukungan luas dari berbagai instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator, dunia akademik, hingga tokoh masyarakat di Kalimantan Timur.

    Sebagai langkah memperluas implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis, di antaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

    Dalam berbagai pertemuan tersebut, Kombes Pol Pepen menyampaikan bahwa Program Cyber Resilient Community merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi.

    Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat.

    “Cyber Resilient Community merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital,” ungkapnya.

    Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun DPRD Provinsi Kalimantan Timur menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua institusi tersebut menilai Program CRC sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman di ruang siber.

    Di sisi lain, kolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, dan OJK Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkaya implementasi program melalui dukungan riset, pengembangan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

    Sementara itu, dukungan dari para tokoh daerah dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

    Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

    “Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Ia menambahkan, Program Cyber Resilient Community bukan sekadar program edukasi, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

    “Melalui kolaborasi yang terus diperkuat ini, kami berharap Program Cyber Resilient Community mampu menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang dapat diterapkan secara luas. Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

  • Kapolri Bersama Ketua Umum Bhayangkari Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

    Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Ketua Umum Bhayangkari meninjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026) malam.

    Dalam peninjauan tersebut, Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari bersama-sama menyusuri area bazar serta melihat berbagai produk unggulan yang ditampilkan oleh para peserta. Kebersamaan keduanya mencerminkan kuatnya sinergi Polri dan Bhayangkari dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produknya.

    Kapolri menyampaikan bahwa pelaksanaan bazar tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap pertumbuhan UMKM dan penguatan perekonomian masyarakat.

    “Bazar ini menjadi bukti nyata bahwa Polri dan Bhayangkari memiliki semangat yang sama dalam mendukung penguatan UMKM. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas akses pemasaran produk lokal sekaligus mendorong para pelaku usaha agar semakin mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing,” ujar Kapolri.

    Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari berharap Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian, membuka peluang usaha baru, serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk unggulan dalam negeri,” tutur Ketua Umum Bhayangkari.

    Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 diselenggarakan pada 21 hingga 25 Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74. Mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya”, kegiatan tersebut melibatkan 374 peserta dengan total 727 stan, yang terdiri atas 531 stan fesyen, 152 stan kuliner, dan 44 stan dapur bersama.

    Beragam produk ditampilkan dalam bazar tersebut, mulai dari batik, tenun, songket, ulos, kebaya, tas, aksesori, perhiasan, kain tradisional, kerajinan daerah, produk rumah tangga, kosmetik, hingga berbagai kuliner dan minuman khas Nusantara. Keragaman tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif dan produk lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

    Selain pameran produk, rangkaian kegiatan juga diisi dengan enam sesi gelar wicara yang membahas pengembangan UMKM, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk promosi, legalitas usaha, hak kekayaan intelektual, serta penguatan kapasitas pelaku usaha. Nuansa kebudayaan Nusantara turut dihadirkan melalui 29 penampilan seni, tari, musik, peragaan busana, serta parade wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari.

    Melalui penyelenggaraan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Polri bersama Bhayangkari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing.

  • Polsek Pasar Minggu Perkuat Patroli Malam, antisipasi Kejahatan jalanan dan Gangguan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek pasar Minggu kembali melaksanakan Operasi Antisipasi Guantibmas dengan sasaran kejahatan jalanan, seperti curas, curat, curanmor, begal, serta penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polsek  Pasar Minggu , Jakarta Selatan.

    Kegiatan ini dipimpin oleh Itu Joko  Susilo selaku piket Pawas Polsek Pasar Minggu  dan Sebelum pelaksanaan patroli dan razia, seluruh personel mengikuti apel dengan penekanan agar bertindak sesuai prosedur operasional standar (SOP), mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan tetap tegas dalam melakukan penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum.

    Dalam pelaksanaan operasi, petugas melakukan patroli mobile, pemantauan di titik-titik rawan, serta pemeriksaan kendaraan yang melintas. dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada pedagang kaki Lima yang berjualan di Mako Polsek Pasar Minggu

    Operasi  Cipkon ini akan dilaksanakan  terus dan secara  secara rutin di wilayah pasar Minggu sebagai langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.

  • Wakapolsek Metro Setiabudi Perkuat Sinergi dengan Warga Melalui Jaga Jakarta On The Spot di Karet Kuningan

    Jakarta Selatan – Dalam upaya mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Metro Setiabudi menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) di Jalan Bek Murad RT 10 RW 01, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jum’at (24/7/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolsek Metro Setiabudi KOMPOL Richard Soala Bengar, S.I.Kom., M.H., Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Kuningan Aiptu Dedy Yunanto, Ketua RW 01 Bapak Dadang, serta warga masyarakat RW 01.

    Dalam sambutannya, Ketua RW 01 Bapak Dadang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Metro Setiabudi yang telah hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri selama ini telah memberikan rasa aman dan membantu menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui koordinasi, komunikasi, dan pembinaan kepada masyarakat guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas.

    Sementara itu, Wakapolsek Metro Setiabudi KOMPOL Richard Soala Bengar menegaskan bahwa kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus menjadi sarana komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi warga.

    Dalam arahannya, Wakapolsek mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengaktifkan kembali siskamling, menjaga kerukunan antarwarga, serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek Metro Setiabudi apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

    Ia juga menyampaikan bahwa Polsek Metro Setiabudi memiliki jumlah personel yang terbatas dengan beban tugas yang cukup tinggi, mengingat wilayah hukumnya hampir setiap hari diwarnai kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Oleh karena itu, kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah Setiabudi.

    Rangkaian kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan Ketua RW 01, dilanjutkan sambutan Wakapolsek Metro Setiabudi pada pukul 14.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB dilaksanakan sesi dialog dan tanya jawab antara warga dengan pihak kepolisian, sebelum kegiatan ditutup pada pukul 15.15 WIB.

    Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Metro Setiabudi berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

  • Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Kopassus Cijantung, Pererat Sinergi Bersama Pangkopassus

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi bersilaturahmi dengan Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2026).

    Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan soliditas antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus dalam menjaga keamanan Jakarta serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Kasdam Jaya Mayjend TNI Putra Widyawiyana, para pejabat utama Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kopassus, serta sejumlah perwira dari masing-masing satuan.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, TNI dan Polri merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan, kedaulatan negara, dan keutuhan NKRI. Karena itu, kebersamaan kedua institusi harus terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

    Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring perkembangan situasi global, regional, dan nasional. Kondisi tersebut harus dihadapi melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Ia juga menegaskan semangat bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, yakni Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Tetap Utuh. Semangat itu menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta berpengaruh besar terhadap stabilitas nasional.

    “TNI dan Polri merupakan pilar dalam menjaga NKRI. Kita harus terus kompak, saling mendukung, dan bekerja bersama untuk menjaga keamanan masyarakat, pemerintahan, serta keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

    Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menambahkan, kerja sama antarsatuan sangat diperlukan dalam menghadapi tingginya dinamika keamanan di Jakarta. Setiap perkembangan di ibu kota harus ditangani secara cermat dan terukur karena dapat berdampak terhadap wilayah lain. Menurutnya, koordinasi antara Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Kopassus perlu terus dilanjutkan termasuk dalam memberikan pelayanan terhadap kegiatan masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

    Pada kesempatan ini Pangkopassus Letjend TNI Djon Afriandi menegaskan, Kopassus siap memberikan dukungan apabila dibutuhkan oleh Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya sesuai prosedur, kewenangan, dan perintah pimpinan. Ia juga meminta personel tidak mudah terpengaruh informasi sepihak yang dapat menimbulkan kesalahpahaman antara TNI dan Polri.

    “Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya merupakan duet yang serasi. Keduanya memiliki komunikasi dan koordinasi yang sangat baik dalam menghadapi berbagai dinamika di Jakarta, Dalam waktu dekat, kami juga akan mengagendakan kunjungan balasan ke Polda Metro Jaya sebagai wujud komitmen untuk terus mempererat kerja sama yang telah terjalin dengan baik,” ungkapnya.

  • Ciptakan Rasa Aman, Polsek Tebet Laksanakan Patroli Skala Sedang dan Razia Kendaraan

    Jakarta Selatan — Polsek Tebet melaksanakan kegiatan operasi dan patroli dalam rangka mencegah tindak kejahatan jalanan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkoba serta mengantisipasi potensi tawuran di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026) dini hari.

    Kegiatan diawali dengan apel yang berlangsung di halaman Polsek Tebet pada pukul 01.00 WIB dan dipimpin oleh Perwira Pengendali Aiptu Maaturna Bangun, S.H. Sebanyak 10 personel Polsek Tebet diterjunkan dalam kegiatan tersebut untuk melakukan patroli mobile dan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.

    Patroli menyasar sejumlah ruas jalan, di antaranya Jl. Prof. Dr. Soepomo, Jl. MT. Haryono, Jl. Asem Baris Raya, kawasan Stasiun Tebet, Jl. Bukit Duri Tanjakan, Jl. Manggarai Utara hingga Jl. Dr. Sahardjo. Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan razia di kawasan Jl. Manggarai Utara I.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 1 unit kendaraan roda dua (KR2) untuk dilakukan pemeriksaan dan memberikan imbauan kepada pengendara agar selalu membawa serta melengkapi surat-surat kendaraan.

    Personel juga melakukan pemeriksaan dan memberikan imbauan secara humanis kepada kelompok remaja atau pemuda yang masih berkumpul pada jam rawan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.

    Kapolsek Tebet melalui kegiatan tersebut menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan pencegahan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang menjadi waktu rawan terjadinya gangguan keamanan.

    Hingga kegiatan selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tebet terpantau aman, kondusif dan terkendali. Polsek Tebet akan terus melakukan patroli serta langkah-langkah preventif secara humanis dan profesional sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

  • Operasi Cipta Kondisi Polsek Kebayoran Lama Amankan Titik Rawan, Anak Muda yang Nongkrong Dibubarkan

    Jakarta Selatan – Polsek Kebayoran Lama Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan Patroli Operasi Cipta Kondisi dan antisipasi kejahatan jalanan bersama 3 pilar dan pokdarkamtibmas pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.

    Kegiatan yang dipimpin Pawas AKP Tasyuri, S.H. dan dikendalikan Kapolsek Kompol S. Aba Wahid Key, S.Sos., M.H. ini melibatkan 14 personil gabungan Polsek, Pokdar, dan FKPM.

    Sasaran operasi meliputi tempat hiburan malam, lokasi rawan berkumpul, balap liar, premanisme, serta kejahatan 3C. Rute patroli mobile dengan blue light meliputi Pondok Indah, Pondok Pinang, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Permata Hijau, dan Patung Senayan.

    Hasilnya, petugas membubarkan anak muda yang nongkrong di pinggir jalan, berkoordinasi dengan pengurus RT/RW dan security, serta menempatkan mobil patroli di lokasi rawan.

  • Patroli Kewilayahan Polsek Cilandak Sasar Titik Rawan, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

    Jakarta Selatan – Sebagai langkah upaya menciptakan situasi kewilayah yang aman dan kondusif, Polsek Cilandak kembali mengintensifkan kegiatan patroli dan operasi kewilayahan melalui Ops Pencegahan kejahatan jalanan dan potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum polsek cilandak di sejumlah titik rawan gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cilandak, Kamis (24/07/2026) temgah malam.

    Kegiatan yang dimulai pukul 24.00 WIB tersebut dipimpin di bawah pengendalian pengawas Ipda Eko Widiyanto Kapolsubsektor pondok labu Yang melibatkan  personel Polsek Cilandak yang melaksanakan tugas piket malam.

    Petugas terlebih dahulu menempati sejumlah titik strong point yang dinilai memiliki potensi kerawanan, di antaranya Jalan Fatmawati raya cilandak, Jalan Cipete Raya cipete selatan, Jalan Antasari raya cilandak barat, Jalan Simatupang raya cilansak barat, hingga Jalan Ra kartini raya cilandak barat. Pondok labu raya Setelah pelaksanaan pengamanan titik rawan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama di wilayah Cilandak.

    Selama pelaksanaan patroli, personel juga melakukan pemantauan situasi lingkungan, pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul pada jam rawan agar kembali ke rumah masing-masing guna mencegah terjadinya gangguan keamanan.

    Operasi tersebut difokuskan pada pencegahan berbagai bentuk gangguan Kamtibmas seperti aksi begal, tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga kepemilikan senjata tajam maupun senjata api ilegal yang membahayakan warga masyarakat

    Kapolsek Cilandak menegaskan bahwa kegiatan patroli dan operasi kewilayahan akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    Dalam giat tidak ada yang di amankan

    Secara umum, pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan situasi wilayah terpantau kondusif.

  • Kadiv Humas Polri: Jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Polri Berbasis Riset, Riau Hadirkan Terobosan Green Policing

    Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau yang menjadi pengembangan baru dalam jejaring pusat studi Polri.

    “Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, 5 pusat studi dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, serta 34 pusat studi yang sedang dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama. Di samping itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian. Ekosistem ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya inovasi, pengembangan doktrin, dan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Kadiv Humas Polri.

    Menurut Kadiv Humas, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau menjadi inovasi yang memperluas spektrum kajian kepolisian. Jika sebelumnya pusat-pusat studi mengembangkan berbagai bidang strategis seperti teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, anti-korupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak, maka pusat studi di Riau menghadirkan fokus baru pada Green Policing dan ecological security sebagai bagian dari tantangan keamanan abad ke-21.

    “Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Riau merupakan langkah strategis agar Polri memiliki basis riset dan kebijakan yang kuat dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Kadiv Humas Polri.

    Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau, Kamis (23/7), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.

    Dalam paparannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ancaman terhadap lingkungan hidup, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.

    Kapolda Riau menjelaskan implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat dengan pembangunan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter dan profesionalisme setiap insan Bhayangkara.

    Selain menjadi wadah penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan menjadi think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan untuk menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.

    Dengan karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing. Pengalaman empiris di lapangan akan dipadukan dengan kajian akademik untuk menghasilkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.

  • Jaga Keamanan Wilayah, Polsek Mampang Gelar Razia Malam dan Pemeriksaan Kendaraan

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polsek Mampang melaksanakan Operasi Razia dan patroli skala sedang di sejumlah titik rawan wilayah hukum Polsek Mampang, Kamis malam (23/7).

    Kegiatan menyasar pencegahan penyalahgunaan narkoba, tawuran, begal, Curat, Curas, dan Curanmor melalui pemeriksaan kendaraan, orang, serta barang bawaan, disertai patroli dan imbauan kepada kelompok remaja yang masih berkumpul pada jam rawan.

    Dari hasil kegiatan, petugas mengamankan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio karena pengendara tidak menggunakan helm serta tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan.

    Polsek Mampang berkomitmen terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui langkah preventif, humanis, dan penegakan hukum secara profesional.