Blog

  • Satgas Damai Cartenz Hadir di Tengah Masyarakat, Pastikan Ibadah Berjalan Aman di Distrik Kiwirok

    Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan — Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui kegiatan patroli sambang serta pengamanan ibadah di wilayah penugasan.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (5/4/2026) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

    Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli dialogis ke sejumlah titik pemukiman masyarakat sekaligus melaksanakan pengamanan jalannya ibadah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

    Selain pengamanan, personel juga melakukan pendekatan persuasif dengan menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, guna mempererat hubungan serta membangun kepercayaan antara aparat dan warga setempat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada warga.

    “Pengamanan ibadah dan patroli sambang ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kami akan terus hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Kaops Irjen. Pol. Faizal.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam menciptakan situasi keamanan yang berkelanjutan di wilayah Papua.

    “Kami mengedepankan patroli dialogis dan pendekatan persuasif agar masyarakat merasa dekat dan terlindungi. Dengan sinergi yang baik, stabilitas keamanan dapat terus terjaga,” ujar Kombes. Pol. Adarma Sinaga.

    Satgas Damai Cartenz berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Papua, khususnya di Distrik Kiwirok.

  • Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler, Polda Metro Jaya Pastikan Seleksi Transparan dan Humanis

    Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses penerimaan calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan yang dipimpin As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar melalui Zoom Meeting, Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB.

    Dalam arahannya, As SDM Kapolri menekankan bahwa rekrutmen Akpol bukan sekadar proses seleksi, tetapi bagian dari upaya strategis membangun Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. Seluruh panitia diminta menjalankan prinsip BETAH yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta memastikan tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun joki.

    Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol. Muh. Dwita Kumu Wardana menegaskan kesiapan jajaran Polda Metro Jaya untuk mengawal seluruh tahapan seleksi secara objektif dan profesional. “Kami pastikan proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak dipungut biaya dan tidak ada ruang bagi calo maupun joki,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa tahun ini penerimaan Akpol hanya dibuka melalui satu jalur, yakni jalur reguler. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta seleksi dengan imbalan tertentu. “Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meluluskan peserta, karena seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Karo SDM.

    Adapun rangkaian seleksi jalur Akpol Tahun Anggaran 2026 telah dimulai sejak 9–30 Maret 2026 dengan tahapan pendaftaran online dan verifikasi, dilanjutkan 31 Maret pakta integritas serta 31 Maret–4 April rikmin awal. Tahapan berikutnya meliputi rikkes tahap I pada 7–11 April, CAT Psikologi pada 23–25 April, kemudian CAT Akademik, Uji Komputer, CAT Pengisian Inventory PMK, dan CAT AMI pada 6–7 Mei serta 9–11 Mei.

    Selanjutnya, peserta akan mengikuti Uji EKG pada 17–19 Mei, UKJ dan Antropometri pada 21–24 Mei, lalu sidang menuju rikkes tahap II pada 4 Juni. Setelah itu, tahapan berlanjut dengan rikkes tahap II pada 5–6 Juni, PMK dan PSI tahap II pada 13–15 Juni, rikmin akhir pada 16–17 Juni, hingga sidang akhir tingkat Panda pada 26 Juni 2026. Untuk jalur Akpol, seleksi masih berlanjut pada tahapan tingkat Panpus mulai 3 hingga 27 Juli 2026, menjadikannya jalur dengan rangkaian seleksi paling panjang dan paling lengkap.

  • Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Masyarakat Puas dengan Manajemen Pemerintah dalam Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA — Sebagian besar masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026 mengaku puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan pemerintah. Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat, sebanyak 88,8 persen responden merasa puas, dengan nilai rata-rata kepuasan sebesar 7,18 dari skala 1 sampai 10.

    Hasil itu disampaikan oleh Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, dalam pemaparan survei tahunan KedaiKOPI terkait pelaksanaan mudik Lebaran, Senin (6/4/2026). Survei dilakukan pada 23–30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik Lebaran 2026.

    “Dari skala 1 sampai 10, kita mendapatkan nilai sebesar 7,18. Maka dari skala tersebut kita dapat kategorikan bahwa responden yang melakukan mudik cukup puas dengan layanan atau manajemen mudik yang telah dilakukan oleh pemerintah,” kata Ashma.

    Ashma mengatakan, kepuasan tersebut diukur dari dua aspek besar, yaitu layanan armada transportasi umum, serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan.

    Pada aspek layanan armada, kepuasan tertinggi secara konsisten tercatat pada kenyamanan armada yang berlaku untuk bus, kereta api, maupun travel atau shuttle resmi. Namun, masing-masing moda juga mencatatkan titik lemah tersendiri.

    Untuk pengguna bus, aspek yang mendapat penilaian paling rendah adalah kenyamanan terminal bus. Bagi penumpang kereta api, keluhan terbesar datang dari ketersediaan kuota tiket, di mana angkanya turun signifikan dibanding tahun lalu, dari 84,8 persen menjadi 76,1 persen atau berkurang 8,7 persen. Sementara itu, pengguna travel resmi mengeluhkan kenyamanan saat menunggu di pool atau titik penjemputan.

    Di moda kapal laut, kepuasan tertinggi dirasakan saat proses antrean masuk ke kapal, sedangkan aspek terendah adalah keteraturan saat mengantri membeli tiket di pelabuhan. Adapun untuk pengguna pesawat, kenyamanan di dalam kabin mendapat apresiasi tertinggi, sementara ketersediaan kuota tiket menjadi aspek terendah, meski angkanya justru naik dari 76,2 persen tahun lalu menjadi 80 persen tahun ini.

    “Kesulitan yang dirasakan dalam mengakses tiket kereta api lebih banyak dirasakan oleh responden tahun ini dibandingkan tahun lalu. Turun tertingginya ada pada ketersediaan kuota tiket kereta api, yang tahun lalu 84,8 persen, sekarang hanya 76,1 persen,” kata Ashma.

    Dari sisi infrastruktur jalan, kepuasan terhadap jalan tol secara konsisten lebih tinggi dibanding jalan non-tol. Pada pengguna jalan tol, kepuasan di hampir semua aspek berkisar di angka 91–92 persen. Aspek yang paling diapresiasi adalah kondisi saat memasuki jalan tol (92,7 persen) dan keamanan serta penerangan jalan tol (92,2 persen). Khusus untuk penerangan jalan tol, angka ini melonjak tajam dibanding tahun lalu yang hanya 77,2 persen, atau naik 15 persen.

    Sebaliknya, untuk jalan non-tol, ketersediaan rambu lalu lintas yang dinilai cukup dan jelas mendapat apresiasi tertinggi di angka 85,8 persen. Aspek yang paling dikeluhkan adalah kemulusan jalan di dalam kabupaten atau kota tujuan (73,1 persen), turun dari 82,9 persen pada 2025.

    “Ada peningkatan di aspek keamanan dan penerangan jalan tol. Yang tahun lalu puas hanya sebesar 77,2 persen, tahun ini naik menjadi 92,2 persen. Jadi memang ada peningkatan penerangan di jalan tol tahun ini dan itu diapresiasi dalam menjaga keamanan mudik 2026,” kata Ashma.

    Ashma lalu menjelaskan, kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah, seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow, mendapat sambutan positif dari 80,8 persen responden. Sementara itu, 82 persen pemudik menyatakan puas dengan layanan posko kesehatan yang tersedia selama perjalanan mudik.

    “Kepuasan terhadap kebijakan rekayasa lalu lintas sebelumnya mencapai 91,2 persen dan posko kesehatan 92,9 persen di tahun 2025. Pola yang sama kami temukan di tahun ini, mayoritas masih puas, namun persentasenya turun dibanding tahun lalu,” ujar Ashma.

    Di rest area, ketersediaan bahan bakar menjadi aspek yang paling diapresiasi, dengan 87,1 persen responden merasa puas. Namun, kebersihan toilet menjadi catatan tersendiri, hanya 77,8 persen yang merasa puas, turun dari 86,2 persen pada tahun sebelumnya.

    “Ini mungkin juga dikarenakan memang pengguna toilet di saat periode mudik lebih banyak, sehingga kebersihan toiletnya cukup agak sulit untuk dijaga secara konsisten,” ujar Ashma.

    Untuk layanan darurat, 77,8 persen responden menyatakan puas, turun 12,5 persen dari 2025. Sementara kepatuhan pengendara lain mendapat angka kepuasan paling rendah di antara semua aspek yang diukur, yakni 71,9 persen, turun 10,1 persen dibanding tahun lalu.

    Salah satu kebijakan yang paling diapresiasi pemudik adalah pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan, yang berlaku di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk mulai 13–29 Maret 2026. Sebanyak 91,5 persen responden menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut, dengan nilai rata-rata dukungan 7,66 dari skala 10.

    Adapun survei KedaiKOPI juga mengukur kinerja kepolisian dari dua sisi, yaitu polisi lalu lintas (Polantas) yang bertugas di jalan, serta polisi yang menjaga keamanan lingkungan rumah yang ditinggal pemudik.

    Dari sisi Polantas, Ashma menjelaskan 80,6 persen responden merasa puas terhadap kinerja Polantas dalam menjaga kelancaran arus mudik, dan 81,7 persen puas terhadap kinerjanya dalam menjaga keamanan arus mudik. Meski masih di atas 80 persen, Ashma mengatakan kedua angka ini turun dibanding 2025, di mana masing-masing turun 5,7 persen dan 6,2 persen.

    Dari sisi keamanan rumah, 86,7 persen responden percaya bahwa aparat lingkungan seperti RT/RW atau satpam mampu menjaga rumah mereka selama ditinggal mudik, dengan nilai rata-rata kepercayaan 7,78. Adapun kepercayaan terhadap kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan permukiman tercatat pada angka 79,4 persen dengan rata-rata 7,20.

    “Jika kita fokus pada seluruh aspek yang ditanyakan terkait kinerja polisi, yaitu menjaga kelancaran lalu lintas, menjaga keamanan arus mudik, hingga menjaga keamanan di lingkungan rumah, maka nilai rata-rata kepuasannya adalah 7,81. Jumlah responden yang merasa puas terhadap kinerja Polri secara keseluruhan sebanyak 84,1 persen,” pungkas Ashma.

  • Bhabinkamtibmas Rawa Barat Hadiri Kerja Bakti Warga, Sampaikan Imbauan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan lingkungan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Barat, Aipda Fatoni Setiawan Kurniawan, turut serta dalam kegiatan kerja bakti bersama warga di Jalan Cikatomas, Minggu,5/4/2026 pagi.

    Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut tidak hanya untuk membantu kerja bakti, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor.

    Dalam kesempatan itu, warga diimbau untuk selalu menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan sebagai langkah pencegahan. Selain itu, Aipda Fatoni juga mensosialisasikan layanan Call Center Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat dalam situasi darurat.

    Ia menegaskan, apabila terjadi gangguan kamtibmas di lingkungan, masyarakat diharapkan segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat atau Polsek Metro Kebayoran Baru guna penanganan cepat dan tepat.

    Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih aman dan terbantu dengan kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas masyarakat.

    Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih formal (gaya rilis humas) atau lebih singkat untuk media sosial.

  • BHABINKAMTIBMAS KELURAHAN CIKOKO LAKSANAKAN GIAT SAMBANG DAN COOLING SYSTEM DI POS KEAMANAN RW 02

    Jakarta Selatan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikoko, Aiptu N. Krisnadi, melaksanakan kegiatan sambang sekaligus cooling system di Pos Keamanan Lingkungan RW 02, Jalan Cikoko Timur 1, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 April 2026, pukul 00.30 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Aiptu N. Krisnadi melakukan kunjungan dan memberikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan setempat, Bapak Asmari. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap tamu yang keluar masuk melalui portal lingkungan RW 02 guna mengantisipasi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

    Selain itu, warga juga diimbau untuk selalu memarkir kendaraan di tempat yang aman serta menggunakan kunci ganda sebagai langkah pencegahan. Tidak hanya aspek keamanan, Aiptu N. Krisnadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pos keamanan sebagai bagian dari kenyamanan lingkungan.

    Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut mengajak masyarakat untuk aktif mensosialisasikan layanan Call Center Polri 110 yang bebas pulsa sebagai sarana pengaduan dan penyampaian informasi terkait kamtibmas.

    Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet Sambangi Ojol di Manggarai, Antisipasi Curanmor

    Jakarta Selatan – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi para pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pangkalan Ojol Jl. Manggarai Utara 1, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (5/4/2026) pukul 10.15 WIB.

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono bersama Aiptu I Putu Ariana dengan sasaran para pengemudi ojol yang tengah beristirahat di sekitar lokasi. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengimbau agar para pengemudi selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya curat, curas, dan curanmor.

    Petugas juga mengingatkan agar kendaraan selalu diparkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci ganda guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, para pengemudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi tindak kriminal yang dapat terjadi kapan saja.

    Tidak lupa, personel Samapta turut mensosialisasikan layanan Kepolisian Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis apabila masyarakat membutuhkan kehadiran atau bantuan polisi.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Patroli dialogis ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

  • Jaga Kondusifitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan Laksanakan Pengamanan Ibadah Perayaan Paskah

    Jakarta, 5  April 2026 – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memastikan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan, Aiptu Jhonny Eliyanto, bersama anggota Samapta, Aiptu Junaedi, melaksanakan kegiatan Cooling System, sambang, serta pelayanan pengamanan (Yanpam) pada perayaan Perayaan Paskah.

    Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu 5 April 2026, bertempat di GSKI Rehobot Perdatam, Jalan Pengadegan Utara Raya No. 29, RT 03/RW 08, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

    Dalam pelaksanaannya, Aiptu Jhonny Eliyanto dan Aiptu Junaedi melakukan pengamanan ketat guna memastikan rangkaian ibadah yang dipimpin oleh Pendeta David Adam dengan tema “Hidup yang Damai” tersebut berjalan dengan khidmat dan aman. Tercatat sebanyak 150 jemaat hadir mengikuti kegiatan ibadah tersebut.

    Selain melakukan pengamanan, Aiptu Jhonny Eliyanto juga memanfaatkan momentum ini untuk melaksanakan Door to Door System (DDS) dan bersilaturahmi dengan pengurus gereja serta jemaat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga agar senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama dan turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan Kelurahan Pengadegan agar tetap aman dan kondusif.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Cooling System kami untuk memastikan wilayah hukum Pancoran, khususnya Kelurahan Pengadegan, tetap terjaga kondusifitasnya. Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang beribadah,” ujar Aiptu Jhonny Eliyanto.

    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa kesehatan tetap menjadi perhatian dalam setiap interaksi sosial di lapangan.

    Hingga kegiatan berakhir pada pukul 07.00 WIB, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

  • Sinergi Polsek Tebet dan Satpol PP Tertibkan Wilayah, Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Tebet Timur

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Ps. Kanit Samapta Polsek Tebet bersama personel melaksanakan kegiatan penertiban wilayah bersinergi dengan Satpol PP Kecamatan Tebet, Sabtu (4/4/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin oleh Ipda S.P. Sinaga, S.H selaku Ps. Kanit Samapta, didampingi Briptu Ari Setyadi, dengan lokasi kegiatan di sepanjang Jl. Tebet Timur Raya, Kelurahan Tebet Timur.

    Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan penertiban, namun juga melaksanakan komunikasi dua arah dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menggali informasi serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.

    Selain itu, petugas memberikan himbauan kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas maupun gangguan ketertiban umum lainnya.

    Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, personel juga mensosialisasikan layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis apabila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian secara cepat.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergitas yang kuat antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Tebet, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet Pantau SPBU Kasablanka, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis dengan melakukan pemantauan di SPBU Jl. Kasablanka, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/4/2026) pukul 11.25 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono bersama Aiptu I Putu Ariana dengan fokus pada pemantauan antrean pengisian BBM guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

    Dalam pelaksanaannya, personel juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan (security) agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama di tengah meningkatnya potensi tindak kriminal.

    Selain itu, masyarakat dan petugas di lokasi turut diberikan sosialisasi mengenai layanan Call Center 110 Polri (bebas pulsa), sebagai sarana pelaporan cepat apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran pihak kepolisian.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di area SPBU terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tebet.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Monitoring SPBU, Antisipasi Antrean dan Gangguan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan di SPBU Jl. Prof. Dr. Soepomo, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/4/2026) pukul 21.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Panit Samapta Aiptu Suwarno bersama Brigpol Aditia. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat di SPBU, khususnya terkait antrean pengisian BBM yang terpantau cukup panjang. Namun demikian, ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman.

    Selain melakukan pemantauan, petugas juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk praktik kecurangan (3 cepu) serta gangguan kamtibmas lainnya di area SPBU.

    Tak hanya itu, personel turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 Polri (bebas pulsa) kepada masyarakat, sebagai sarana pelaporan cepat apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran petugas kepolisian.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan terkendali. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.