Polda Sulbar – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar gerakan pangan murah di Kompleks Terminal Pasar Baru Mamuju, Jumat (13/3/26).
Kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama di suci bulan Ramadan dan menjalang Idul fitri 1447 H.
Berbagai kebutuhan pokok seperti beras dari Bulog, tepung, gula, rempah-rempah dan minyak goreng ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar umum. Kegiatan ini juga menyelaraskan dengan Zoom Gerakan Pangan Murah Polri yang dipimpin langsung Kapolri secara serentak.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan bahwa gerakan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.
“Harapannya kegiatan ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi berkah serta membantu menjaga stabilitas harga pangan khususnya di bulan Ramadan,” tutur Kapolda di sela-sela kegiatan pangan murah.
Kapolda juga berharap kegiatan tidak hanya berlangsung sekali saja. “Diharapkan dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya sehingga hubungan antara pemerintah, Polri, dan masyarakat semakin baik,” tambahnya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Bulog Cabang Mamuju, perwakilan Badan Pangan Nasional, Kasrem 142 Tatag, Palaksa Lanal Mamuju, Sekretaris Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Bidang Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, serta seluruh pejabat utama Polda Sulbar.
Acara juga diisi dengan dialog bersama untuk membahas upaya menjaga stabilitas pangan nasional.
Sementara itu, gerakan pangan murah serentak ini langsung diserbu berbagai kalangan masyarakat. Salah seorang pembeli menyampaikan rasa terima kasih, “Terima kasih untuk Polri dan pemerintah yang telah menggelar kegiatan ini sehingga keuangan kami bisa lebih terkontrol, semoga kedepan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut untuk membantu masyarakat lebih luas.”
JAKARTA – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026), Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.
Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.
“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.
Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.
Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.
Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.
Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.
Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.
Kerja sama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.
Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional.
JAKARTA – Menjelang Idulfitri 1447 H/2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar Bakti Kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan yang berlangsung di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026) ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat, mulai dari pengemudi ojek online, buruh, warga sekitar, hingga berbagai unsur potensi masyarakat.
Program bakti kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Warga yang hadir mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis sekaligus kesempatan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa Polri ingin hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.
“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Wakapolri saat menyapa masyarakat di lokasi kegiatan.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Polri dan Bulog dalam membantu masyarakat.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
C. Bakti Kesehatan (Wilayah Jakarta)
Sasaran penerima manfaat kegiatan ini di wilayah Jakarta berjumlah 3.000 orang, yang terdiri atas 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta 1.900 orang dari unsur potensi masyarakat, antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, Ormas FBR, Ormas GRIB, serta petugas PPSU. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan keberpihakan Polri kepada kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi sekaligus memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing.
Sebagai bagian dari pelayanan yang komprehensif, Polri menurunkan tenaga medis dan kesehatan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, 10 dokter umum, 1 dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan analis laboratorium diterjunkan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata yang disertai pembagian kacamata baca, serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Seluruh layanan tersebut juga didukung oleh fasilitas farmasi atau apotek dengan ketersediaan obat sesuai indikasi medis, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terlayani secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari layanan pemeriksaan mata, sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk menunjang pelayanan kesehatan tersebut, Polri turut menyiagakan 7 unit ambulans guna memastikan kesiapsiagaan layanan medis selama kegiatan berlangsung.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah hasil sinergi Polri dengan Perum Bulog, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kehadiran personel Polri yang sigap melayani warga, mulai dari proses pemeriksaan kesehatan hingga membantu masyarakat membawa pulang paket pangan murah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pendekatan humanis ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan rakyatnya, khususnya pada momentum penting menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan kesehatan yang terjaga serta kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan lebih tenang, sehat, dan penuh kebahagiaan.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di wilayah Polda Metro Jaya.
Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Pada pagi hari ini, Polri bersama Direktur Utama Bulog dan kementerian terkait melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” ujar Wakapolri kepada awak media, Jumat (13/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pokok penting lainnya.
Menurutnya, program ini juga bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Perlu kami informasikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Artinya masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat. Kami menjamin bahwa ketersediaan pangan cukup dan stabilitas harga tetap terjaga sehingga semuanya dapat terjangkau oleh masyarakat,” lanjutnya.
Di wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan Pokdar Kamtibmas.
Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menyelenggarakan bakti kesehatan yang memberikan layanan kepada sekitar 3.000 masyarakat.
Wakapolri menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan menjelang Idul Fitri, namun akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.
“Program ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Polri yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan kembali digelar tahun ini sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.
“Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat,” ujarnya.
Dirut Bulog juga memastikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ungkapnya.
Ia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.
Jakarta Selatan – Pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Ipda Herlansyah, S.H. (Kanit Samapta) bersama Aiptu Budiyono (Panit II Samapta) melaksanakan patroli dialogis dan sambang ke Apartemen Homtoms di Jl. Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kehadiran polisi di kawasan hunian vertikal serta menjalin komunikasi yang baik dengan pengelola dan penghuni apartemen guna menjaga keamanan lingkungan.
Dalam pertemuan dengan Bapak Sarwoto, petugas menyampaikan imbauan pencegahan tindak pidana termasuk antisipasi curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), pengamanan area perparkiran, serta potensi gangguan Kamtibmas lainnya. Ditekankan pula pentingnya penerapan langkah-langkah pengamanan sederhana seperti pengawasan tamu, penguncian barang berharga, peningkatan kesadaran lingkungan antar penghuni, dan prosedur pelaporan bila menemukan situasi mencurigakan.
Petugas juga membagikan dan menginformasikan nomor call center 110 kepada Bapak Sarwoto untuk memudahkan pelaporan cepat jika diperlukan. Hingga akhir kegiatan patroli, situasi di Apartemen Homtoms terpantau aman dan kondusif, serta tercipta komunikasi yang konstruktif antara pihak kepolisian dan pengelola sebagai upaya bersama menjaga ketertiban dan keamanan.
Jakarta Selatan – Pada hari Jum’at, 13 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Aiptu Budiyono (Panit II Samapta) bersama Bripda Arik B.Q (Anggota) melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan sambang ke salah satu perkantoran di Jl. Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Kedatangan tim patroli bertujuan untuk meningkatkan kehadiran polisi di lingkungan perkantoran dan menjalin komunikasi langsung dengan pengelola serta pegawai kantor guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.
Dalam kegiatan sambang tersebut, petugas menemui Bapak Gandi dan menyampaikan imbauan serta pesan-pesan pencegahan tindak pidana, antara lain mengantisipasi kejadian curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), permasalahan perparkiran, serta gangguan Kamtibmas lainnya. Petugas juga mengingatkan pentingnya penerapan langkah-langkah pengamanan sederhana seperti penguncian barang berharga, pengawasan terhadap tamu/kunjungan, serta koordinasi internal untuk merespons kejadian mencurigakan.
Selain itu, Aiptu Budiyono dan Bripda Arik B.Q membagikan nomor layanan darurat/call center 110 kepada Bapak Gandi dan menegaskan agar segera melapor apabila terjadi gangguan atau tindak kejahatan. Hingga selesai kegiatan patroli, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif, komunikasi antara pihak kepolisian dan pengelola perkantoran terjalin dengan baik sebagai upaya bersama menjaga keamanan lingkungan.
Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil menggagalkan peredaran Narkotika jenis Ganja seberat sekitar 4,3 kilogram di wilayah Depok, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan satu orang tersangka berinisial M.A. (30) pada Selasa (10/3/2026) malam.
Penangkapan dilakukan oleh Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan Narkotika jenis Ganja di wilayah Kota Depok.
Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka M.A. (30) di kawasan Jl. Raya Parung, Bojongsari Lama, Kota Depok. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sebuah plastik yang berisi Narkotika jenis Ganja.
Dari hasil pengembangan, petugas kemudian bergerak ke kediaman tersangka, kemudian petugas kembali menemukan sebuah kain yang berisi Narkotika jenis Ganja yang diduga masih berkaitan dengan tersangka.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa Narkotika jenis Ganja dengan berat bruto 4.385 gram (4,3 kilogram)
Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Joko Arianto mengatakan “pada hari selasa tanggal 10 Maret 2026, jam 21.30 WIb didaerah Bojong Sari, Kota Depok, Telah mengamankan Pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis Ganja dengan Inisial M.A. (30) dan kami mendapatkan barang bukt berupa Narkotika jenis Ganja sebanyak 4,3 Kg”
AKP Joko Arianto Juga menghimbau untuk tidak menggunakan Narkoba dan mari bersama-sama kita berantas Narkoba.
Guna pemeriksaan lebih lanjut saat ini Pelaku dan Barang dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Semarang – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui konsep pelayanan bertajuk Safety and Hospitality, Polda Jateng menghadirkan Travel Assistance Corridor (TAC), sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu yang terhubung dengan dashboard monitoring center secara real-time.
Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K. mengatakan TAC menjadi pusat integrasi berbagai layanan mudik, mulai dari pemantauan arus lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat di lapangan.
“Melalui TAC, kondisi arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat dapat dipantau secara real-time sehingga kami dapat memastikan perjalanan masyarakat yang melintas di Jawa Tengah berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.
Sejumlah inovasi pelayanan disiapkan melalui sistem tersebut, di antaranya program Valet and Ride yang menyediakan layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan kendaraan khusus dari Brebes menuju Semarang, sehingga pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus dengan lebih aman.
Selain itu, Polda Jateng juga menghadirkan One Stop Service di berbagai Posko Pelayanan Mudik yang menyediakan layanan kesehatan, tempat istirahat, informasi perjalanan hingga pelayanan kepolisian dalam satu lokasi.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi perjalanan, Polda Jateng juga menghadirkan Chat Sipolan (Sistem Informasi Polantas Polda Jateng), layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses melalui WhatsApp selama 24 jam. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, jalur alternatif, lokasi rest area, pos pelayanan, hingga kontak darurat yang terintegrasi dengan Call Center 110 Polri.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Pol Jhonny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P menyatakan inovasi pelayanan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern dan responsif.
“Inovasi seperti Travel Assistance Corridor hingga Chat Sipolan berbasis AI menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan adaptif sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi perjalanan secara cepat dan akurat,” kata Kadiv Humas Polri.
Polri berharap berbagai inovasi pelayanan tersebut dapat mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026 serta memberikan pengalaman mudik yang aman, tertib, dan nyaman serta menjadikan mudik aman, keluarga bahagia bagi masyarakat.
Polres Metro Jakarta Selatan tengah mendalami kasus dugaan penyerangan terhadap karyawan dan pengunjung kafe di kawasan Kemang.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih mengatakan penyelidik hingga masih melakukan pendalaman. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesegera mungkin.
Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (16/2/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan.
“Salah satunya adalah kami yang menjadi korban pemukulan,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, badan, dan kaki hingga mengeluarkan darah. Selain itu, sejumlah fasilitas kafe dilaporkan mengalami kerusakan.
Para korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan dan melampirkan hasil visum sebagai bukti pendukung.
“Kita sudah melapor dan ada bukti visumnya agar segera bisa ditindaklanjuti dan pelaku tersebut bisa cepat ditangkap dan mendapat hukumannya,” tegas Anggun.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi Humas Kompol Murodih, didampingi Kanit Reskrim Iptu Siswanto bersama jajaran serta Kasatlak Kecamatan Pesanggrahan. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan di bawah pimpinan Kompol. Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR, CBA.
Peristiwa terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Kavling Cermai Raya, Petukangan Utara. Dua kelompok anak yang sebelumnya janjian melalui media sosial terlibat perang sarung setelah salah satu kelompok melempar petasan hingga memicu perkelahian. Personel Polsek Pesanggrahan kemudian mengamankan 14 anak serta barang bukti berupa satu kain sarung hitam dan lima unit handphone.
Dalam proses penyelesaian perkara, kepolisian mengedepankan pendekatan pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak yang terlibat dengan tetap melibatkan peran orang tua.
Melalui kegiatan ini, kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.